SEKSUALITAS IKAN
PENDAHULUAN
Reproduksi merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu
organisme. Bayangkan apabila ada suatu organisme yang tidak melakukan
reproduksi, tentu saja akan menganggu keseimbangan alam. Ingat rantai makanan? Bayangkanlah
salah satu mata rantai tersebut hilang. Tentu akan tidak seimbang proses alam
ini. Yang akan menghancurkan sebuah ekosistem,atau bahkan peradaban. Ikan
melakukan reproduksi secara eksternal. Dalam hal ini, ikan jantan dan betina
akan saling mendekat satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan telur.
Selanjutnya si jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur
ini bercampur di dalam air. cara reproduksi ini dikenal sebagai oviparus, yaitu
telur dibuahi dan berkembang di luar tubuh ikan. Pada prinsipnya, seksualitas
hewan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Begitu pula
seksualitas pada ikan, yang dikatakan ikan jantan adalah ikan yang mempunyai
organ penghasil sperma, sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ
penghasil telur. Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda
seksualitasnya, maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual, bila
populai tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual.
Namun, penentuan seksualitas ikan disuatu perairan harus berhati-hati karena
secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari
hermaprodit sinkroni, protandri, protogini, hingga gonokorisme yang
berdiferensiasi maupun yang tidak. Ikan terkenal sebagai mahluk yang mempunyai
potensi fekunditas yang tinggi dimana kebanyakan jenis ikan yang merupakan
penghasil telur beribu-ribu bahkan berjuta-juta tiap tahun. Apabila alam tidak
mengaturnya maka dunia akan sangat padat dengan ikan.
Ikan jantan : ikan yang mempunyai organ penghasil sperma.
Ikan betina : ikan yang mempunyai organ penghasil telur.
Heteroseksual : Populasi yang terdiri dari ikan-ikan yang berbeda
seksualitasnya.
Monoseksual/Uniseksual : populasi yang hanya terdiri dari ikan betina saja.
Dalam menentukan sex ikan spesies tertentu harus berhati-hati, karena secara
keseluruhan seksualitas ikan bermacam-macam,a.l: Hermaprodit (sinkroni,
protandri, protogini), Gonokorisme (berdiferensiasi, dan tidak
berdiferensiasi).
1. Hermaprodit
Satu individu ikan dikatakan hermaprodit apabila didalam tubuhnya terdapat
jaringan ovarium (penentu individu betina) dan jaringan testes (penentu
individu jantan). Kedua jaringan tersebut berada dalam satu organ dan letaknya
seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. Berdasarkan
perkembangan ovarium dan atau testes, hermaprodit terbagi atas :
a. Hermaprodit sinkroni
• H. Sinkroni : apabila didalam gonad individu terdapat sel sex betina dan sel
sex jantan yang masak secara bersamaan.
• Ikan-ikan dari kelompok Serranidae banyak yang termasuk H. Sinkroni.
• Ikan hemaprodit ini dapat mengadakan pembuahan sendiri dan ada pula yang
tidak. Ikan yang mengadakan pembuahan sendiri mengeluarkan telur terlebih dulu
kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama.
• Ikan yang tidak mengadakan pembuahan sendiri, dalam satu kali pemijahan ia
dapat berlaku sebagai ikan jantan dan dapat pula sebagai ikan betina. Contoh
Serranus cabrilla dan Hepatus hepatus serta Serranus subligerius
b. Hermaprodit protandri
• H. Protandri : ikan yang didalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan
proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina.
• Disaat masih muda, gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testes,
tetapi jaringan testes mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral.
• Setelah jaringan testesnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma, akan
terjadi masa transisi, dimana jaringan ovarium mulai membesar dan testesnya
mengkerut.
• Contoh ikan yang termasuk H. Protandri : Lates carcariver, Sparus auratus,
Sargus anularis, Pagellus centrodontus, dan Pagellus mormyrus.
c. Hermaprodit protogini
• H. Protogini : ikan yang didalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan
proses diferensiasi dai fase betina ke fase jantan.
• Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu
kali pemijahan, jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testesnya
berkembang.
• Contoh: Belut sawah (Monopterus albus) dan ikan Kerapu lumpur (Ephinephelus
tauvina).
• Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi,
kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi.
• Pada ikan-ikan yang termasuk kedalam famili Labridae, misalnya Halichieres sp
terdapat dua macam jantan yang berbeda. Ikan jantan pertama terlihat seperti
ikan betina, tetapi tetap jantan selama hidupnya. Sedangkan jantan yang kedua
adalah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina.
• Ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam siklus hidupnya, pada tiap-tiap
fasenya sering didapatkan ada perbedaan, baik dalam morfologi maupun warna. Hal
ini sering menjadi salah identifikasi.
• Ikan Larbus ossifagus ada dua warna (merah dan biru). Ternyata merah adalah
ikan betina dan biru ikan jantan.
• H. Protandri & Protogini disebut dengan H. beriring. Pada waktu ikan
masih muda memiliki gonad dengan dua macam sex (ovarium dan testes) yang belum
berkembang dengan baik.
• Proses suksesi kelamin dari satu populasi H. Protandri dan H. Protogini
terjadi pada individu yang berbeda, baik ukuran maupun umur, tetapi merupakan
proses yang beriring.
• Pada ikan kakap ditemukakan bahwa tidak semua ikan betina berasal dari ikan
jantan. Ada ikan betina berumur 2 tahun berukuran 42 cm, berukuran lebih kecil
dari ukuran ikan betina matang gonad.
• Dari 880 ekor ikan kakap yang diteliti gonadnya secara histologis didapatkan
data bahwa ikan ini tergolong Hermaprodit sinkroni, ovarium dan testes
berkembang secara bersamaan dengan baik
Bagian ke 2
Hermaprodit protandrous.
Ikan ini mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan
ke fase betina. Ketika ikan masih muda gonadnya mempunyai daerah ovarium dan
daerah testis, tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian
lateroventral. Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan
sperma, terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut.
Pada ikan yang sudah tua, testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar
dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi, sehingga ikan berubah
menjadi fase betina. Contoh ikan yang termasuk H. Protandri : Lates carcariver,
Sparus auratus, Sargus anularis, Pagellus centrodontus, dan Pagellus mormyrus.
Hermaprodit protoginynous.
Keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. Proses diferensiasi
gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. Pada beberapa ikan yang
termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan, jaringan
ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. Salah satu spesies
ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini
ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus
tauvina). Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang
berfungsi, kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. Urutan daur
hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit, masa betina yang berfungsi,
masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. Pada ikan-ikan yang
termasuk ke dalam Famili Labridae, misalnya Halichieres sp. terdapat dua macam
jantan yang berbeda. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi
tetap jantan selama hidupnya, sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang
berasal dari perubahan ikan betina. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase
dalam satu siklus hidupnya, pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan
baik dalam morfologi maupun warnanya. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya
kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama, yang sebenarnya
spesies ikan itu sama. Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu
yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. Ternyata ikan yang berwarna
merah adalah ikan betina, sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan.
.2. Gonokhorisme
Yakni kondisi seksual berganda dimana pada ikan fase juvenil gonadnya tidak
mempunyai jaringan yang jelas status jantan dan betinanya. Gonad tersebut pada
tahap selanjutnya ada yang berkembang menjadi ovarium dan juga ada yang
berkembang menjadi testes. Dengan kata lain, setengahnya menjadi jantan dan
setengah yang lainnya menjadi betina, namun kondisinya tidak stabil,
sewaktu-waktu dapat terjadi intersex yang spontan. (Gonokhorisme yang tidak
berdiferensiasi) Contoh : Anguilla nanguilla
dan Salmo gairdneri irideus
.
Sifat Seksual Primer dan Sekunder
Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara
langsung berhubungan dengan proses reproduksi, yakni ovarium dan pembuluhnya
pada ikan betina dan testes dengan pembuluhnya pada ikan jantan.
Tanpa melihat tanda-tanda lain pada ikan akan sukar mengetahui organ seksual
primernya.
Ciri seksual primer:
► Alat/organ yang
berhubungan langsung dengan proses reproduksi
Contoh:
► Testes dan salurannya
pd ikan jantan
►Ovarium dan salurannya
pd ikan betina
Sifat seksual sekunder pada ikan ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai
untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina.
Dimofisme : ikan-ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk
membedakan ikan jantan dan ikan betina.
Dikromatisme : yang membedakan jantan dan betina adalah warna. Warna jantan
biasanya lebih cerah dan lebih menarik.
Ciri seksual sekunder terdiri dari 2 jenis:
1. Tidak berhubungan dengan kegiatan reproduksi
Contoh:
► Bentuk tubuh (�♀ lebih besar)
► Buncak pemijahan pd
ikan ♂ minnow (Osmerus)
► Sirip ekor lebih
panjang pd ♂ cinggir putri (Xiphophorus
helleri)
► Warna tubuh lebih
cemerlang pd ♂ misal pada Lepomis
Humilis
Lepomis Humilis
Sirip ekor lebih panjang pd ♂ cinggir putri (Xiphophorus helleri)
Alat bantu pemijahan
Contoh:
► Gonopodium pd �♂ ikan seribu (
Lebistes reticulatus)
► Modifikasi sirip dada
heteorchir pd �♂ Xenodexia
untuk
memegang gonopodium pd kedudukannya shg memudahkan
masuk ke oviduct betina
► Sirip perut yg
termodifikasi menjadi myxopterygium (clasper)
pada Elasmobranchii �♂ menjamin
fertilisasi internal
► Tenaculum ( semacam
clasper yg terdapat pd bagian atas
kepala) pd ikan Chimera �♂
► Ovipositor pd ikan
Rhodes amarus dan Careproctus ♀
Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja.
Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan), bagian yang
menjadi tanda seksual sekunder menghilang, tetapi pada ikan betina tidak
menunjukkan sesuatu perubahan. Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia
betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan, bila
ovariumnya dihilangkan. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang
dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder,
sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan
oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam.
Jenis Sifat Seksual Sekunder
1. Seksual sekunder sementara : hanya muncul pada waktu musim pemijahan.
Misalnya “Ovipositor” pada ikan Rhodeus amarus, yaitu alat yang dipakai untuk
menyalurkan telur ke bivalvia. Pada ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus
atromaculatus jantan terdapat semacam jerawat diatas kepalanya pada waktu musim
pemijahan
2. Seksual sekunder permanen; tanda ini tetap sebelum dan sesudah musim
pemijahan. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan, warna
yang lebih menyala pada ikan Lebistes dan ikan-ikan karang
3. Biasanya tanda seksual sekunder terdapat pada ikan jantan.
4. Apabila ikan jantan dikastrasi (testesnya dihilangkan), bagian yang menjadi
tanda seksual sekunder menghilang.
5. Tanda bulatan hitam pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya
seperti ikan Amia jantan, apabila ovariumnya dikastrasi.
6. Hormon yang dikeluarkan testes dan ovarium mempunyai peranan pada tanda
seksual sekunder
Belida : Notopterus chitala
Gupi : Poecilia reticulata
Plati Pedang : Xiphophorus relleri
Tiger : Botia macracanta
Zebra : Pterois sp.
Napoleon : Cheilinus
Kijing Taiwan' : Anodonta
U. Vanamei : Litopenacus
LAT : Cherax
Kepiting Bakau : Schyla
Rajungan : Portunus
Kura2 : Chrysemsy
Tiram Mutiara : Phintada maxima
Rumput Laut : Caulerpa
Belut Jepang (sidat) : Anguila
Cupang : Betta Picta
Paradise Fish : macropodus
Discus : Symphisondon
Bawal : Pampus Argentus
Baung : Macro nemurus
Mas : Cyprinus carpio
Lele : Clarias Batrachus
Nila : Oreochromis niloticus
Gurame : Osphronemus gouramy
Patin : Pangasius pangasius
Kerapu : Chromileptes altivelis